Monday, June 10, 2019

DAFTAR ISTILAH

0 Comments
DAFTAR ISTILAH
Ahadiyyah: Keesaan absolut dari keberadaan.
Ahlul Haqiqah: Orang-orang yang akrab dengan realitas.
Ahlul Tahqiq: Orang-orang yang berpegang-teguh pada kebenaran.
Aql al-Awwal: Akal Pertama; penyingkapan pertama dari kesadaran universal.
Aql al-Qul: Akal Universal; kesadaran universal.
Ama (Stasiun Ama): Keadaan ketiadaan (kosong).
Arsy: Singgasana. Menunjuk kepada ketinggian/ keagungan universal, walaupun bukan dari sisi dunia material yang dapat diindera.
Asyraf al-Mahluq: Yang paling mulia dari semua mahluk.
Barzakh: Dimensi antara.
B-izni-hi (dengan ijin Allah): Kesesuaian komposisi Nama yang menyusun esensinya.
Dzul Fadhlul ‗Azhim: Pemilik dari karunia besar.
Dzul Quwwatil Matin: Pemilik kekuatan abadi.
Arham-ar-Rahimin: Yang Esa yang mewujudkan ciri-ciri dari Nama-namaNya dengan rahmatNya.
Fath: Penguasaan/penaklukan-diri.
917
Fuad: Hati – neuron-neuron hati. Reflektor-reflektor dari Nama-nama menuju otak.
Furqan: Kemampuan dan ilmu untuk membedakan yang benar dari yang salah atau kriteria yang dengannya realitas dapat dibedakan dari kepalsuan.
Jibril: Penyingkapan ilmu Allah.
Hamd: Evaluasi alam-alam jasmani yang diciptakan dengan Nama-namanya, sesuai kehendakNya.
Huda: Tuntunan/petunjuk; memungkinkan pemahaman realitas esensial seseorang.
Ind‘Allah: Dari Allah; kekuatan-kekuatan yang disingkapkan melalui pemunculan dimensional pada kesadaran dari Nama-nama Allah yang menyusun esensi seseorang.
Insan al-Kamil: Manusia Sempurna.
Isra: Perjalanan supersadar/supranatural dan dimensional pada malam hari.
Kasyf al-Nurani: Penemuan yang tercerahkan.
Kasyf al-Dzulmani: Penyucian melalui penderitaan.
Kitab al-Mubin: Kitab Yang Nyata.
Kursi: Aktualisasi dan penguasaan terhadap realitas dari Nama-nama.
Ladun: Potensi Nama-nama yang menyusun esensi seseorang.
Mahsyar: Tempat berkumpul.
918
Maiyyah: Kesatuan keberadaan.
Mala-i A‘la: Majlis Tinggi.
Manna: Daya kekuatan di dalam nama-nama Allah yang menyusun esensi Anda.
Marifah: Pengetahuan.
Mawla: Pelindung.
Mikail: Kekuatan yang menuntun kepada dan memungkinkan diperolehnya rezeki material maupun spiritual.
Muqarrabun: Orang-orang yang telah mencapai keadaan kedekatan ilahiah.
Muttaqin: Orang-orang yang hidup sejalan dengan realitas esensial mereka.
Nafs: Diri, kesadaran individu.
Nafs-i Ammarah: Diri Penghasut.
Nafs-i Lawwamah: Diri Pencela-Diri.
Nafs-I Mulhimah: Diri Terilhami.
Nafs-i Mutmainnah: Diri yang Tentram.
Nafs-i Radhiyah: Diri yang Rida.
Nafs-i Mardhiyah: Diri Yang Puas/Diridai.
Nafs-i Safiya: Diri yang Murni.
Nama-nama: Nama-nama Agung – fitur-fitur struktural dan komposisional yang menyusun keberadaan.
919
Nubuwwah: Fungsi yang memungkinkan manusia untuk membaca dan mengamalkan praktek-praktek sistem Allah yang diperlukan.
Qurbiyyah: Keadaan kedekatan ilahiah.
Rabb: Komposisi Nama/Ciri-ciri ilahiah yang menyusun esensi seseorang.
Rahmaniyyah: Potensial Kuantum
Rahmah: Rahmat
Rasul: Orang yang melaluinya realitas disingkapkan – artikulasi ilmu Allah.
Rububiyyah: Fitur-fitur komposisional yang ditunjuk oleh Nama-nama yang menyusun keberadaan.
Ruhul ‗Azam: Ruh Agung; yang Esa yang Maha Melihat.
Salam: Keadaan yang terbebas dari kondisi-kondisi alami dan kehidupan jasmaniah dan merasakan ‗keyakinan.‘
Shamad/Shamadiyyah: Yang Esa yang Mencukupi DiriNya secara Absolut.
Sayr al-Afaqi: Pengenalan akan realitas universal.
Sayr al-Anfusi: Pengenalan akan realitas individu atau jalan mengarungi batin.
Syadidul Iqab: Keras dalam melaksanakan akibat-akibat dari suatu pelanggaran.
Syirq: Dualitas – keadaan karena menganggap adanya keberadaan ‗yang lain‘ yang terpisah disamping Allah.
920
Subhan: Yang Esa yang jauh dari terbatasi atau terkondisikan oleh apapun dari yang Dia wujudkan.
Sunnatullah: Mekanika/cara kerja dari sistem Allah.
Tanzih: Ketiadabandingan dari Allah.
Taqwa: Melindungi diri Anda di jalan Allah dari ketidakcukupan identitas Anda.
Tasbih: Memuliakan, meninggikan – melanjutkan keberadaan seseorang melalui Dia.
Tashbih: Keserupaan/keterbandingan dari Yang Agung.
Refleksi Ilahiah:
Tersembunyi – Refleksi sifat-sifat
Rahasia – Refleksi Nama-nama
Rohani – Fuad: Reflektor Nama-nama.
Hati – Kesadaran.
Diri – Identitas – Kesadaran individu.
Ubudiyyah: Pengabdian ‗diri‘ atau kesadaran individu melalui pemenuhan fungsi khususnya dan tujuan penciptaan.
Ulul Albab: Orang-orang yang akrab kepada realitas yang melaluinya Allah mendengar, melihat dan berbicara.
Wajh: Wajah Yang Agung.
921
Khalifah: Mahluk-mahluk

TENTANG PENGARANG

0 Comments
TENTANG PENGARANG
Ahmed Hulusi (Lahir 21 Januari 1945 di Istambul, Turki) adalah seorang filsuf Islam kontemporer. Dari tahun 1965 hingga saat ini, beliau telah menulis hampir 30 judul buku. Buku-bukunya ditulis berdasarkan hikmah Sufi dan menjelaskan Islam melalui prinsip-prinsip ilmiah. Keyakinannya yang teguh bahwa ilmu Allah hanya dapat disebarkan dengan benar jika dilakukan tanpa pamrih, menuntunnya untuk menyajikan semua karya-karyanya secara gratis melalui situs-webnya, yang mencakup buku-buku, artikel-artikel, dan video. Di tahun 1970, beliau mulai menguji seni pembangkitan jiwa dan menghubungkannya secara parallel dengan rujukan-rujukan dalam Al-Qur‟an (api tak berasap dan pori-pori pembangkit api ). Beliau menemukan bahwa rujukan-rujukan ini pada kenyataannya menunjuk pada energy cahaya yang mendorong beliau menulis buku Ruh, Manusia dan Jin ketika bekerja sebagai jurnalis di suratkabar Aksam di Turki. Karyanya yang berjudul Misteri Manusia (Insan ve Sirlari), terbit pada tahun 1985, merupakan terobosan pertama Hulusi pada penyingkapan pesan-pesan Al-Qur‟an yang berisi metafora-metafora dan contoh-contoh melalui latar ilmiah. Pada tahun 1991, beliau menerbitkan Panduan Sholat dan Dzikir (Dua and Zikir) dimana beliau menjelaskan bagaimana pengulangan doa-doa dan kata-kata tertentu dapat menghasilkan realisasi dari sifat-sifat ilahiah yang melekat dalam esensi kita melalui peningkatan kapasitas otak. Pada tahun 2009, beliau menyelesaikan karya terakhirnya, Kunci Al-Qur’an melalui perenungan-perenungan Ilmu Allah yang mencakup pemahaman ulama-ulama Sufi terkemuka seperti Abdulkarim al Jili, Abdul-Qadir Jilani, Muhyiddin Ibnu al-Arabi, Imam Rabbani, Ahmed ar-Rifai, Imam Ghazali, dan Razi, yang juga membicarakan pesan-pesan Al-Qur‟an melalui Kunci rahasia huruf „B‟.

Surah 114 An-Naas - سورة الناس

0 Comments
114 AN NAS


 Surah 114 An-Naas - سورة الناس

[114:6] - Ini adalah Ayat Akhir dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]



Bismillah Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.'

Demi yang Esa yang ditunjuk dengan nama Allah (yang menciptakan keberadaanku dengan Nama-namaNya sesuai dengan makna huruf ‗B‘), yang Rahman lagi Rahim.

114:1
114_1 Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia.
(An-Naas 114:1) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Arab-Latin: qul a’ụżu birabbin-nās
Terjemah Arti:  1.  Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Katakanlah wahai rasul, “aku berlindung dan bernaung kepada tuhannya manusia yang mahakuasa satu-satunya untuk menolak keburukan was-was.”
Katakanlah (kenali, sadari, fahami, rasakan): ―Aku berlindung kepada Rabb-nya (realitas Nama-nama yang menyusun esensiku) Nas (manusia).‖ [1]

114:2
114_2 "Yang Menguasai sekalian manusia,
(An-Naas 114:2) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Penguasa manusia,‖ (yang Malik, yang Esa yang kekuasaan dan pengaturanNya bersifat absolut terhadap Nas, manusia.) [2]


مَلِكِ النَّاسِ
malikin-nās
 2.  Raja manusia.
Raja manusia yang bertindak terhadap segala urusan mereka,mahakaya,tidak membutuhkan mereka.

114:3
114_3 "Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,
(An-Naas 114:3) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Tuhannya manusia,‖ (Realitas uluhiyyah yang berada di dalam esensi setiap manusia, yang dengannya dia mendapatkan keberadaannya, dan salah mengira bahwa keadaan ini berkenaan dengan sosok tuhan di luar dirinya!) [3]

إِلَٰهِ النَّاسِ
ilāhin-nās
 3.  Sembahan manusia.



Tuhan semabahan manusia yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia

114:4
114_4 "Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, -
(An-Naas 114:4) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Dari kejahatan pembisik yang menjalar secara tersembunyi kemudian mundur, dan menjatuhkan manusia kedalam kejasmanian.‖ [4]


مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
min syarril-waswāsil-khannās
 4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Dari gangguan setan yang berbisik saat lalai dan bersembunyi saat berdzkir kepada Allah .

114:5
114_5 "Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, -
(An-Naas 114:5) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Yang membisikkan khayalan kedalam kesadaran manusia mengenai realitas esensial manusia.‖ [5]

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās
 5.  yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Yang meniupkan keburukan dan keraguan keraguan dalam jiwa manusia.

114:6

114_6 "(Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia".
(An-Naas 114:6) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Dari kalangan jin dan manusia!‖ [6]


مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
minal-jinnati wan-nās
 6.  dari (golongan) jin dan manusia.


dari setan-setan jin dan manusia


Surat an-Naas




Surah 113 Al-Falaq - سورة الفلق

0 Comments
113  AL  FALAQ
113) Al-Falaq (20)5

Surah 113 Al-Falaq - سورة الفلق

[113:5] - Ini adalah Ayat Akhir dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]



Bismillah Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.'

Demi yang Esa yang ditunjuk dengan nama Allah (yang menciptakan keberadaanku dengan Nama-namaNya sesuai dengan makna huruf ‗B‘), yang Rahman lagi Rahim.

113:1
113_1 Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada (Allah) Tuhan yang menciptakan sekalian makhluk,
(Al-Falaq 113:1) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

Katakanlah (kenali, sadari, fahami, rasakan): ―Aku berlindung kepada Rabb-nya (realitas Nama-nama yang menyusun esensiku) Falaq (cahaya yang menghapuskan kegelapan dan memberikan pencerahan kepadaku).‖ [1]


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Arab-Latin: qul a’ụżu birabbil-falaq
Terjemah Arti:  1.  Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
katakanlah (wahai rasul), “aku berlindung dan bernaung kepada Tuhan yang menguasai al falaq,yaitu waktu shubuh.”

113:2
113_2 "Dari bencana makhluk-makhluk yang Ia ciptakan;
(Al-Falaq 113:2) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Dari kejahatan ciptaanNya.‖ [2]


مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
min syarri mā khalaq
 2.  dari kejahatan makhluk-Nya,
Dari keburukan seluruh makhluk dan gangguan mereka.


113:3
113_3 "Dan dari bahaya gelap apabila ia masuk;
(Al-Falaq 113:3) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Dari kejahatan kegelapan yang mengendap di dalam pikiranku dan menghalangiku untuk mendengar dan memahami...‖ [3]


وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
wa min syarri gāsiqin iżā waqab
 3.  dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
Dan dari keburukan malam yang sangat gelap apabila ia datang dan menyebar,dan yang  ada padanya dari keburukan-keburukan dan gangguan-ganguan




113:4
113_4 "Dan dari kejahatan makhluk-makhluk yang menghembus-hembus pada simpulan-simpulan (dan ikatan-ikatan);
(Al-Falaq 113:4) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad
 4.  dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
Dan juga dari keburukan wanita-wanita penyihir yang meniup dalam simpul-simpul yang mereka jalin dengan tujuan menyihir.


―Dari kejahatan para perempuan yang meniup buhul-buhul (mereka yang memanipulasi gelombang-gelombang otak untuk membuat sihir jahat).‖ [4]

113:5

113_5 "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan dengkinya".
(Al-Falaq 113:5) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Dan dari mata jahat yang dengki apabila dia dengki!‖ [5]


وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
 5.  dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

Dan dari keburukan orang  hasad, pembenci manusia apabila ia iri kepada mereka atas sesuatu yang Allah berikan kepada mereka, ia ingin agar nikmat-nikmat itu hilang dari mereka dan ingin menimpakan gangguan kepada mereka.”



Surat al-Falaq




Surah 112 Al-Ikhlaas - سورة الإخلاص

0 Comments
112  AL IKHLAS
112) Al-Ikhlaas (22)4

Surah 112 Al-Ikhlaas - سورة الإخلاص




Bismillah Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.'

Demi yang Esa yang ditunjuk dengan nama Allah (yang menciptakan keberadaanku dengan Nama-namaNya sesuai dengan makna huruf ‗B‘), yang Rahman lagi Rahim.

112:1
112_1 Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;
(Al-Ikhlaas 112:1) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

Katakanlah: ―Allah itu Ahad (Esa).‖ (Allah itu tak hingga, tidak berbatas dan tidak dapat dibagi-bagi, KESATUAN yang tidak mendua.) [1]



قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Arab-Latin: qul huwallāhu aḥad
Terjemah Arti:  1.  Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Katakanlah (wahai rasul), “Dia lah Allah pemilik tunggal uluhiyah dan rububiyah, nama nama dan sifat sifat, tidak seorangpun yang bersekutu dengan NYA padanya.”



112:2
112_2 "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat;
(Al-Ikhlaas 112:2) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Allah itu Shamad.‖ (Yang Esa yang Absolut lagi Mencukupi-DiriNya Sendiri, jauh dari membutuhkan atau memiliki cacat, terbebas dari konsep keserbaragaman, dan jauh dari konseptualisasi dan batasan. Yang Esa yang tidak ada apapun dapat memasukinya, dan yang Esa yang darinya tidak ada bentuk apapun yang dapat keluar darinya!) [2]


اللَّهُ الصَّمَدُ
allāhuṣ-ṣamad
 2.  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Allah yang sempurna dalam sifat-sifat kemuliaan dan keutamaan serta keagungan, yang dituju oleh makhluk-makhluk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan.

112:3
112_3 "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan;
(Al-Ikhlaas 112:3) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤

―Dia tidak memiliki anak. (Tidak ada bentuk keberadaan lain yang berasal dariNya, dan karenanya, tidak ada yang lain.) Tidak pula diperanakkan.‖ (Tidak ada tuhan lain atau bentuk keberadaan yang darinya Dia dapat berasal.) [3]


لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
lam yalid wa lam yụlad
 3.  Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
Dia tidak punya anak,tidak juga bapak,dan tidak juga istri.




112:4

112_4 "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya".
(Al-Ikhlaas 112:4) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 604 - ٦٠٤


―Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Dia!‖ (Tidak sesuatu apapun – tidak ada konsepsi – pada bidang keberadaan mikro ataupun makro yang setara atau mirip denganNya.) [4]


وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
 4.  dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.
Dan Dia tidak punya tandingan dan padanan dari makhluk NYA, tidak dalam nama nama NYA,tidak dalam sifat-sifat NYA, tidak pula dalam perbuatan-perbuatan NYA, maha banyak kebaikan NYA, maha tinggi, dan maha Suci




Surat al-Ikhlash




Surah 111 Al-Masad - سورة المسد

0 Comments
111  AL  MASAD
111) Al-Masad (6)5

Surah 111 Al-Masad - سورة المسد




Bismillah Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.'

Demi yang Esa yang ditunjuk dengan nama Allah (yang menciptakan keberadaanku dengan Nama-namaNya sesuai dengan makna huruf ‗B‘), yang Rahman lagi Rahim.


تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Arab-Latin: tabbat yadā abī lahabiw wa tabb
Terjemah Arti:  1.  Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

Merugilah kedua tangan Abu Lahab dan sengsara, karena dia telah menyakiti Rasulullah sholallohu alaihi wasallam. Sungguh kerugian Abu Lahab telah terwujud.

111_1 Binasalah kedua-dua tangan Abu lahab, dan binasalah ia bersama!
(Al-Masad 111:1) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 603 - ٦٠٣

Binasalah kedua tangan Abu Lahab... Dan binasalah dia! [1]


مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ
mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab
 2.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
Harta dan anaknya tidak berguna baginya,keduanya tidak bisa melindunginya dari azab Allah sedikit pun bila ia turun kepadanya.



111:2
111_2 Hartanya dan segala yang diusahakannya, tidak dapat menolongnya.
(Al-Masad 111:2) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 603 - ٦٠٣

Baik harta maupun penghasilannya tidak berfaedah baginya! [2]

111:3
111_3 Ia akan menderita bakaran api neraka yang marak menjulang.
(Al-Masad 111:3) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 603 - ٦٠٣

Dia akan terkena Api yang menyala-nyala! [3]


سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
sayaṣlā nāran żāta lahab
 3.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

3-4. Dia akan masuk api neraka jahanam yang menyala nyala, Begitu juga istriya yang membawa duri-duri lalu meletakkannya di jalan yang dilalui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyakiti beliau.


111:4
111_4 Dan juga isterinya, seorang perempuan pemunggah kayu api. -
(Al-Masad 111:4) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 603 - ٦٠٣

Begitu pula istrinya... Sebagai pembawa-kayu! [4]


وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ
wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab
 4.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
3-4. Dia akan masuk api neraka jahanam yang menyala nyala, Begitu juga istriya yang membawa duri-duri lalu meletakkannya di jalan yang dilalui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyakiti beliau.



111:5

111_5 Di lehernya sejenis tali, dari tali-tali yang dipintal.
(Al-Masad 111:5) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 603 - ٦٠٣

Dengan tali sabut-kurma di lehernya! [5]


فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ
fī jīdihā ḥablum mim masad
 5.  Yang di lehernya ada tali dari sabut.


Dileher istrinya ada tali yang kuat dari sabut yang kasar dan keras, dia diangkat dengannya di dalam api neraka jahanam kemudian di lemparkan kebawahnya.


Surat al-Lahab




 
back to top